Memories With You
Total Tayangan Halaman
Rabu, 22 Februari 2012
Minggu, 11 Desember 2011
Perpisahan
Langkah kaki berderap teratur
diiringi irama musik yang mengalun menuju gedung sekolah
Saat panas, gelap kita pun bersama
Antara jiwa guru dan muridnya
Jiwa teman atau mungkin musuhnya
Sekiranya saat itu memang hujan
HUJAN? Iya, hujan … !
Hujan itu musik
Menggelora dan mengayunkan
suasana segar tersiram bak di atas sana
nampak kelembutan, kekecewaan
Atau sosok yang mengiyakan tangis
Mulai mengendap lagi, mengayun jiwa dan terkenang
KOSONG..GAK! KOSONG ! GAK ! KOSONG! GAK!
Lagi-lagi bertanya menyudutkan jiwa
Mengapa terbang menghilang, berpencar sekarang?
Terseret aruskah? Tak tersisa,
riuh bersemangat penuh mengalun hati diayun kenangan
Dengar-dengar itu ada suara terselip kecil.
“Selamat Siang Bu..Pak…"
Sudah sudah..ribut lagi! Diam! Coba kamu itu gimana ngerjainnya !
Emm..em..5x + 2y ??????
Hahahha.. Idiot banget eh . gitu aja nggak bisa :D
Terdengar aneka teman
kembali menangkap jeritan tersembunyi
Segala angan kita, emosi dan apapun yang pernah berpautan
Kita bawa semua, kenangan dan pelajaran yang berharga
“Indahnya cinta, saat kita bersama. Tak pernah terlupa, kan selalu ada”
Berayun hati digetar nyanyi, warna warni suatu karangan bunga
Sesekali terpanah, mencoba berdiri
Kalaupun getir terjelma menyapa, isi menelusuri dan terus terus menerawang
Tak usahlah mengangkat deru,
berjingkrak-jingkrak serata tak lagi jemu
Nasi sudah menjadi kerak?
Gak? Salah! Itu kata biasa
Berpisah memang tak bersatu, hanya mendengar tetesan air yang mulai menyatu
Bersatu tidak cukup hanya satu. Dengar-dengar lagi,
ada yang keluar dan terucap.Mengendap kembali
“Pisah? Lintang menggarisi ,tetapkah julukan berserabut?
Sudah teringat, gaung menggema binar dia bersua.
“Pisah itu suatu awal yang indah
dan akhir yang selalu terkenang”
NP : maaf kalo agak nggak nyambung :)
diiringi irama musik yang mengalun menuju gedung sekolah
Saat panas, gelap kita pun bersama
Antara jiwa guru dan muridnya
Jiwa teman atau mungkin musuhnya
Sekiranya saat itu memang hujan
HUJAN? Iya, hujan … !
Hujan itu musik
Menggelora dan mengayunkan
suasana segar tersiram bak di atas sana
nampak kelembutan, kekecewaan
Atau sosok yang mengiyakan tangis
Mulai mengendap lagi, mengayun jiwa dan terkenang
KOSONG..GAK! KOSONG ! GAK ! KOSONG! GAK!
Lagi-lagi bertanya menyudutkan jiwa
Mengapa terbang menghilang, berpencar sekarang?
Terseret aruskah? Tak tersisa,
riuh bersemangat penuh mengalun hati diayun kenangan
Dengar-dengar itu ada suara terselip kecil.
“Selamat Siang Bu..Pak…"
Sudah sudah..ribut lagi! Diam! Coba kamu itu gimana ngerjainnya !
Emm..em..5x + 2y ??????
Hahahha.. Idiot banget eh . gitu aja nggak bisa :D
Terdengar aneka teman
kembali menangkap jeritan tersembunyi
Segala angan kita, emosi dan apapun yang pernah berpautan
Kita bawa semua, kenangan dan pelajaran yang berharga
“Indahnya cinta, saat kita bersama. Tak pernah terlupa, kan selalu ada”
Berayun hati digetar nyanyi, warna warni suatu karangan bunga
Sesekali terpanah, mencoba berdiri
Kalaupun getir terjelma menyapa, isi menelusuri dan terus terus menerawang
Tak usahlah mengangkat deru,
berjingkrak-jingkrak serata tak lagi jemu
Nasi sudah menjadi kerak?
Gak? Salah! Itu kata biasa
Berpisah memang tak bersatu, hanya mendengar tetesan air yang mulai menyatu
Bersatu tidak cukup hanya satu. Dengar-dengar lagi,
ada yang keluar dan terucap.Mengendap kembali
“Pisah? Lintang menggarisi ,tetapkah julukan berserabut?
Sudah teringat, gaung menggema binar dia bersua.
“Pisah itu suatu awal yang indah
dan akhir yang selalu terkenang”
NP : maaf kalo agak nggak nyambung :)
Langganan:
Postingan (Atom)



